Komponen Utama Kelompok (Bagian I)

Posted: September 30, 2010 in Pengantar Psikologi Kelompok

Kelompok memiliki struktur. Struktur kelompok ini dapat memengaruhi tingkah laku individu yang menjadi anggotanya atau individu lain di luar kelompok. Terdapat 6 Struktur kelompok, terdiri dari peran, status, jenjang komunikasi, norma, kohesivitas dan sosialisasi kelompok

Berikut ini akan dibahas 2 struktur terlebih dahulu: peran dan status.

1.       Peran

Yang dimaksud peran adalah serangkaian tingkah laku yang dijalankan dan atau diharapkan dijalankan oleh anggota kelompok yang memiliki posisi tertentu di dalam kelompok sehingga membedakan ia dari anggota lain yang memiliki posisi yang berbeda.

Peran muncul karena kelompok terdiri dari kumpulan individu yang punya fungsi berbeda-beda, sesuai dengan posisinya. Ada yang menjadi pemimpin, ada yang menjadi pengikut. Ada yang menjadi penguasa, dan ada yang dikuasai. Setiap individu yang berada di posisi tertentu dituntut menampilkan tingkah laku tertentu. Misalnya, presiden Indonesia harus menyusun kabinet, mengajukan anggaran, dan membuat keputusan untuk menaikkan atau menurunkan harga. Sementara anggota DPR tidak dituntut melakukan hal yang dilakukan presiden, tetapi anggota DPR dituntut untuk mengesahkan anggaran yang diajukan presiden.

Dengan demikian, peran berfungsi untuk membedakan anggota kelompok berdasarkan tanggung jawab masing-masing. Peran juga membantu menciptakan lingkungan yang stabil serta mengurangi ketidakpastian karena setiap orang yang duduk di posisi tertentu sudah tahu apa yang diharapkan darinya. Peran juga berfungsi memberi informasi tentang apa yang seharusnya dilakukan di dalam kelompok serta tentang siapa kita di dalam kelompook dalam hubungannya dengan anggota lain.

Peran yang telah diambil seorang anggota kelompok akan diinternalisasi dan menjadi bagian dari konsep diri pemiliknya, menjadi alat untuk mendefinisikan diri pemilik peran, dan mengarahkan tingkah lakunya.

2.       Status

Status terbentuk karena adanya perbedaan peran di dalam kelompok. Ada peran-[eran yang pemegangnya lebih dihormati dibandingkan yang lain. Berarti pemegang peran itu memiliki status yang lebih tinggi daripada yang lain, misalnya pemimpin.

Status mengindikasikan bahwa di dalam kelompok ada hierarki (Vaughan dan hogg, 2005). Ada anggota kelompok yang lebih tinggi statusnya dan ada yang lebih rendah.

Status terdiri dari 2 jenis, yaitu status yang diwariskan (ascribed status) dan status yang diusahakan (achieved status) [Burn, 2004].

Status yang diwariskan adalah status yang diberikan kepada individu karena ia memiliki karakteristik yang menurut kelompok berharga dan prestisius.

Sedangkan status yang diusahakan, diperoleh individu karena ia melakukan sesuatu yang penting dalam mencapai tujuan kelompok atau berkorban untuk kelompok.

Di bawah ini adalah faktor-faktor yang berhubungan dengan diraihnya status tinggi seseorang di dalam kelompok menurut beberapa penelitian [Vaughan dan Hogg, 2005; Baron dkk, 2008]:

1.       Ukuran tubuh. Laki-laki dan perempuan yang lebih tinggi cenderung dipilih menjadi pemimpin.

2.       Memiliki atribut-atribut yang penting bagi kelompok, baik sifat maupun penampilan, atau atribut lain seperti jenis kelamin, etnisitas, dan pekerjaan.

3.       Usia. Anggota yang senior, lebih besar kemungkinannya memegang status yang lebih tinggi.

4.       Kemampuan individu dalam menangani tugas kelompok dan berinisiatif melakukan sesuatu yang menguntungkan kelompok.

Sumber: Psikologi Sosial (Sarlito W. Sarwono)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s